Menu (Klik Tanda Plus +)
|

Jeruk Sunkist

Jeruk Sunkist

Jeruk Sunkist

Jeruk Sunkist

Salah satu jenis jeruk yang sedang populer saat ini adalah jeruk sunkist. Mulai dari gerai buah di supermarket hingga pasar tradisional dan pinggir jalan, jeruk ini selalu mendominasi karena memang tersedia sepanjang tahun. Penggila jeruk ini biasanya mengonsumsi sunkist dengan cara dimakan langsung atau dibuat menjadi jus.

Tanaman buah asal California, Arizona ini tidak terlalu menuntut banyak hal untuk rajin berbuah. Temperatur optimal untuk pertumbuhan berkisar 25-30 ºC. Sementara kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. Jenis tanah yang disukai adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 7-27%, debu 25-50%, dan pasir < 50%; cukup humus; serta memiliki tata air dan udara baik. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk bertanam jeruk. pH yang diinginkan adalah 5,5-6,5.

 

Dengan semakin menyempitnya halaman rumah, menanam jeruk Sunkist di dalam pot (tabulampot) merupakan langkah yang bijak. Untuk keperluan tabulampot, bibit yang dipilih dipastikan yang bagus, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Pilih bibit asal okulasi dengan 1 cabang dari mata tunas tempel.
  2. Tinggi bibit berkisar 40-60 cm dengan umur sekitar 3-6 bulan.
  3. Bibit yang telah berbuah akan lebih bagus tetapi umumnya lebih mahal dibandingkan bibit yang belum berbuah.
  4. Bibit terbebas dari vektor dan penyakit utama.

Pilih bibit yang sehat dan sudah berbuah

b)      Tahap menanam tabulampot

  1. Pilih pot ukuran yang tepat dengan lubang drainase yang memadai, misalnya pot plastik diameter 35 cm.
  2. Gunakan campuran tanah yang ringan sehingga air dapat mengalir dengan baik, misalnya berupa campuran tanah merah dengan pupuk kandang (50%:50%).
  3. Tanam pohon sehingga leher akar berada di atas garis tanah. Jangan menutupi batang dengan tanah.
  4. Tekan tanah di sekitar bola akar untuk memberikan stabilitas air.
  5. Ikat tanaman pada kayu pancang dengan ikatan longgar jika diperlukan untuk menegakkan tanaman dan mencegah tanaman roboh.
  6. Tempatkan pot di area yang bisa terkena sinar matahari langsung, minimal penerimaan cahaya matahari 8 jam per hari.
  7. Mengingat media tanam dalam pot mudah sekali kering karena penguapan, sebaiknya penyiraman dilakukan secara rutin, sehari dua kali. Namun, jika media tanam masih terlihat basah, tidak perlu dilakukan penyiraman.
  8. Penggantian media tanam dengan media pot campuran tanah segar dilakukan setiap tahun atau dua tahun sekali agar nutrisi untuk tanah tetap tersedia.

c)      Agar rajin berbuah

Agar rajin berbuah, tanaman Sunkist perlu dipelihara dengan baik, terutama penyiraman, penggemburan, pemupukan dan pemangkasan. Sebaiknya penyiraman dilakukan secara rutin tetapi jangan sampai menggenangi batang akar. Cara lain untuk memicu pembentukan buah adalah dengan pemangkasan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh, biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Tunas lainnya sebaiknya dipangkas. Demikian juga pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam klorox/alcohol untuk menghindari inveksi pada luka batang bekas pangkasan. Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya. Pada saat pemupukan, juga dilakukan penyiangan. Pemupukan secara berkala juga sangat penting untuk memicu pembentukan bunga dan buah.

Leave a Reply