Menu (Klik Tanda Plus +)
|

Anggur Brazil

Anggur Brazil

Jabuticaba
Myrciaria cauliflora
Nama umum
Indonesia            : Jabuticaba, guaperu
Inggris                   : Jaboticaba

Klasifikasi
Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom       : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                      : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas             : Rosidae
Ordo                      : Myrtales
Famili                     : Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus                   : Myrciaria
Spesies                 : Myrciaria cauliflora

Deskripsi

Asal anggur brazil ini dari Amerika Selatan (Argentina, Brazil, Paraguay, Bolivia). Pohon ini biasa berbuah 1-2x dalam setahun, tapi dengan kondisi yang cocok di daerah tropis bisa berbuah sepanjang tahun.

Anggur Brazil berbeda dengan tanaman anggur pada umumnya. Anggur Brazil yang disebut juga dengan Jabuticaba ini adalah tanaman anggur yang tidak membutuhkan para-para untuk tempat merambatnya, karena anggur ini mempunyai batang pohon yang kokoh untuk menopang buahnya.

Pohon Jabuticaba bercabang banyak, sepintas penampilannya mirip anggur hitam (bentuk, warna dan tekstur dagingnya memang mirip). Buah matang berkulit ungu pekat kehitam-hitaman dengan kulit tipis tapi kencang, berdiameter 3-4 cm. Dalam satu buah ada 1-5 biji kecil. Buah muda berwarna hijau. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa manis asam. Kulit tipis yang membungkus daging putih bening itu terasa lembut jika dikulum. Karena sifat kulitnya kencang, di Brazil kulit yang dikeringkan digunakan sebagai obat diare, asma atau radang.

Pertumbuhan anggur ini lambat, apalagi jika ditanam dari biji. Dengan pertumbuhan yang lambat tersebut sangat cocok ditanam dalam pot.  Hal ini membuat harga jabuticaba menjadi mahal.  Bentuknya yang unik menjadikan tanaman ini salah satu yang dicari.

Cita rasa buah ada yang mengatakan bisa berubah-ubah seiring pertumbuhan umur buah sembilan hari terakhir menjelang matang ( buah matang dalam 20-30 hari pasca muncul buah) perubahan itu terjadi seperti aneka rasa buah, maka ada yang menyebutnya tujuh rasa sesuai dengan umur buah menjelang matang sampai matang di pohon.

Haripertama   : rasanya sepertijambu biji

Hari kedua      : rasanya seperti manggis

Hari ketiga      : rasanya seperti leci

Hari keempat : rasanya seperti markisa

Hari kelima      : rasanya seperti srikaya

Hari keenam –kedelapan : rasanya seperti anggur

“Hari kesembilan saat buah matang sempurna sensasi rasanya paling enak : manis dan aromanya harum,” tutur Panliang Hwa pemilik kebun seluas 4,3 ha di Chao Zhoa, Ping Turg, Taiwan.

Syarat Tumbuh

Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian 0-1000m dpl. Butuh sinar matahari langsung (agak ternaungi), tanah gembur, drainase baik dan pH 5,5-6,5. Tanaman ini toleran terhadap angin tapi tidak dengan udara asin laut.

Pedoman Budidaya

Berbiji poliembryonic, menghasilkan tanaman baru dekat dengan tanaman induk. Biji akan tumbuh menjadi tunas baru setelah satu bulan. Media pot yang disarankan adalah peat : pasir kasar : kompos = 2 : 2 : 1. Saat penanaman jabuticaba, akar paling atas sebaiknya 2-3 inchi diatas tanah untuk memperbaiki sistem drainase. Jabuticaba dapat juga diperbanyak dengan stek. Jabuticaba stek akan berbuah dalam waktu tiga tahun, sedangkan dari biji baru bisa berbuah setelah 8-15 tahun.

 

Leave a Reply